Apakah Enema Kopi Haram dan Ilegal? Ini Jawabanya

Apakah Enema Kopi Haram dan Ilegal? Ini Jawabanya

Lelah hati membela apa yang kita percaya itu benar, selalu saja terjadi beda pandangan dalam segala topik yang muncul , benar menurut seseorang mungkin akan terlihat tidak benar dari perspektif yang berbeda. Membuat kebenaran menjadi subjective, padahal kebenaran sendiri sejatinya tidak perlu dibela.

Adu pendapat hanya membuat syaraf tegang, bertukar dalil dan referensi hanya membuat bingung jika tidak punya “wasit” dalam diri kita sendiri dalam menyaring informasi menjadi pengetahuan kemudian menjadi pemahaman.

Topik pertama yang saya mau bahas dalam artikel ini adalah tentang “huknah”, sebuah metode kuno yang masih digunakan dalam dunia medis saat ini. Tapi masih banyak yang menunjuk kopi enema adalah perbuatan asusila, sodomi, kelainan sex, dan masih banyak tudingan lucu ke pelaku enema.

Memang sulit untuk menemukan kapan tepatnya enema mulai digunakan namun di Royal Museum Berlin masih tersimpan beberapa catatan papyrus dari mesir (egyptian) abad 14 sebelum masehi yang ditemukan oleh Dr George Ebers pada tahun 1873 dan disana tertulis petunjuk melakukan enema secara detail sebagai perlakuan untuk penyembuhan dan pengobatan (1) untuk lebih dari 20 keluhan pada perut dan pencernaan.

Jadi pada saat ditemukan oleh seorang suster di jerman periode perang dunia enema bukan lagi prosedur yang baru atau hal yang aneh, karena suplai obat2an diembargo oleh inggris waktu itu maka perawat berinisiatif menggunakan kopi yang mana saat itu stoknya mencukupi untuk dijadikan pengganti larutan enema yang biasa dilakukan.

Hasilnya ternyata cukup mengejutkan bahwa korban perang pasca operasi merasakan peningkatan stamina dan rasa sakit pada luka yang berkurang setelah melakukan enema. Sejak itu enema kopi diteliti lebih mendalam dan lebih serius, banyak hal ditemukan efek positif dari enema kopi yang ternyata jauh lebih menguntungkan dibanding anestesi normal menggunakan morphine, saat morphine mematikan simpul syaraf pusat untuk menerima sinyal sakit dari luka justru enema kopi malah menutup simpul saraf perasa disekitar luka yang membuat enema kopi jauh lebih efektif sebagai “pain killer”, bukan hanya itu dalam buku Fifty cases dan hope for the hopeless banyak sekali tulisan tentang riset lanjutan terkait enema kopi.

Jika ada seorang dokter lulusan sekolah kedokteran jepang melakukan “googling” tentang enema dan menemukan bahwa enema berbahaya dan mematikan sepertinya dia belum baca dua buku yang ditulis oleh dr Max Gerson.

Enema menyalahi aturan agama, tidak boleh melakukan enema karena diduga sebagai tindakan aneh yang menyakiti tubuh atau menzalimi tubuh sendiri, sodomi dan lainya, saya juga ada concern mengenai ini sebelumnnya, apakah enema kopi bertentangan dengan nilai ajaran agama atau tidak, sampai akhirnya saya temukan referensi yang menjelaskan bahwa huknah adalah bagian dari metode kesehatan yang diajarkan rasulullah termasuk hijamah atau bekam,… sampai sini saya tidak ada lagi keraguan bahwa enema kopi jika dilakukan dengan benar maka tidak menyalahi aturan agama manapun.

Bukti lain?

Ya tentu akan saya paparkan bukti lain bahwa enema bukan hal yang haram.

Karena jika enema adalah hal yang haram maka semua fakultas tidak boleh mengajarkan materi huknah rendah atau huknah tinggi seperti tautan berikut :
– STIKESMUKLA : https://www.stikesmukla.ac.id/downloads/prodi/s1/osca%20kddk/Huknah.pd
РMED UNHAS : http://med.unhas.ac.id/kedokteran/wp-content/uploads/2015/04/PROSEDUR-ENEMA.pdf
-AKPERPPNI : www.akperppni.ac.id/huknah-praktek.html
– Universitas Muhammadiyah Yogyakarta http://journal.umy.ac.id/index.php/ijnp/article/view/641

Yang semuanya membahas metode huknah secara detail, bahkan beberapa diantaranya universitas islam.

Cuma perbedaannya kan ini pakai kopi….

Apakah kopi diharamkan?

apanya yang haram dari kopi?

Sampai sekarang saya belum menemukan dalil atau rujukan kitab manapun yang mengatakan bahwa kopi haram diminum lewat anus.

Saya tidak menyatakan bahwa ini paling benar, kembali ke statemen awal bahwa kebenaran bukan untuk dibela.

Salam sehat, dan semoga kita diselamatkan selalu olehNya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: