Kopi Terbaik Untuk Enema

Kopi Terbaik Untuk Enema

Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar dunia urutan ke 4 saat ini, sebuah berkah yang patut kita syukuri bersama terutama bagi pelaku enema kopi. Mempelajari kopi adalah sebuah perjalanan panjang yang jika tidak segera kita mapping cenderung kita akan tersesat diantara lautan informasi yang tersedia di internet. Kali ini khusus akan kami bahas mengenai kopi yang ideal untuk berenema secara lebih detail.

Lahan produksi

Kopi enema bisa menggunakan kopi apa saja, secara umum statemen tersebut bisa dianggap benar dengan pertimbangan daripada orang itu ngga mengenal kopi enema biarlah untuk belajar pakai kopi apa saja dulu, padahal yang ditekankan dalam Gerson Therapy adalah HARUS kopi organik. Banyak salah kaprah memahami arti organik ini, sebut saja pemahaman bahwa kopi organik adalah tanaman yang ditumbuhkan di lahan tanpa pupuk kimia. Sekali lagi secara umum ini bisa dianggap benar namun jika dilihat lebih spesifik penggunaan chemical pada pertanian bukan hanya di elemen pupuk saja, masih ada Herbisida (racun rumput/gulma), Fungisida (racun jamur) dan yang paling perlu di hindari adalah penggunaan Pestisida (racun hama).

Herbisida menyumbangkan kandungan glyposhate atau glifosat pada tanah yang bertahan cukup lama pada kandungan tanah lahan pertanian. Glifosat adalah herbisida berspektrum luas (dapat mematikan sebagian besar tipe tanaman) yang dapat mengendalikan gulma semusim maupun tahunan di daerah tropis pada waktu pasca-tumbuh (post emergence). Racun ini akan terbawa pada tanaman utama dan tertimbun dalam tubuh membuat tubuh semakin toksik.

Lahan kopi Organik

Penggunaan herbisida pada lahan sangat diperlukan bagi petani untuk menghemat tenaga kerja perawatan lahan, dibanding mencabuti rumput secara manual dengan herbisida racun rumput maka gulma dan tanaman pengganggu lainnya bsia mati tanpa dicabut kemudian tinggal di cangkul untuk membalik tanah dengan herbisida proses perawatan lahan menjadi lebih murah, dengan biaya perawatan lahan yang lebih murah maka keuntungan akan semakin tinggi. Namun petani tidak melihat resiko yang disumbangkan kepelanggannya, bahwa herbisida yang digunakannya meracuni mereka yang mengkonsumsi kopinya, bahwa glifosat memicu kanker dan menjadi aktor utama penyebab penyakit degeneratif.

Hal ini menjawab kenapa produk makanan dan produk pertanian yang berlabel organik mahal, karena untuk mengatur lahan bebas dari gulma itu tidak mudah, strateginya jika tidak mau menggunakan herbisida otomatis menambah tenaga kerja dan mengatur jadwal pemeliharaan lahan lebih ketat, ini menjadi cost tambahan untuk pelaku pertanian organik.

Organoklorin
Penggunaan insektisida sintetik pertama dimulai pada tahun 1930an dan mulai meluas setelah berakhirnya Perang Dunia II.[4] Pada tahun 1945 hingga 1965, insektisida golongan organoklorin dipakai secara luas baik untuk pertanian maupun kehutanan.[4] Salah satu produk yang paling terkenal adalah insektisida DDT yang dikomersialkan sejak tahun 1946.[5] Selanjutnya mulai bermunculan golongan insektisida sintetik lain seperti organofosfat, karbamat, dan pirethroid pada tahun 1970an.[4]

Insektisida golongan organoklorin dibuat dari molekul organik dengan penambahan klorin. Insektisida organoklorin bersifat sangat persisten, di mana senyawa ini masih tetap aktif hingga bertahun-tahun. Oleh karena itu, kini insektisida golongan organoklorin sudah dilarang penggunaannya karena memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Contoh-contoh insektisida golongan organoklorin adalah Lindane, Chlordane, dan DDT.[7]

Lahan kopi yang bisa dianggap sebagai lahan organik adalah lahan yang bebas dari kandungan organoklorin, mengingat sifatnya yang persisten akan sulit menghilangkan kandungan ini dari lahan yang sebelumnya sudah menggunakan insektisida jenis ini.

Maka dari itu KEI tidak mau mengambil resiko dengan menggunakan kopi dari lahan yang tidak terlebih dulu di survey kandungan organoklorinnya lewat pengujian lab.

Hasil Uji Lab Lahan Bebas Organoklorin


PROSES SANGRAI

Arabian Coffee Roasting

Bahasa kopi adalah bahasa dunia, seluruh penjuru ada budaya dan ciri khasnya tersendiri yang tidak bisa dipandang sebelah mata dan patut dihargai sebagai warisan emas bagi anak cucu. Proses roasting kopi sama halnya seperti memasak, tidak asal matang tapi mengetahui betul kapan proses karamelisasi dan maillard yang pas sebelum akhirnya biji kopi menjadi arang.

Teknologi yang berkembang pesat ikut berperan saat ini untuk memantau secara lebih detail proses sangrai kopi dari mentah sampai matang. Semata-mata untuk memastikan kandungan yang sama yang disajikan tiap kali melakukan roasting.

Kopi terdiri dari ribuan chemical organik, fatty acid, sucrosa, karbohidrat buah, protein dan water content, dalam proses panen dan penyimpanan biji kopi juga bisa membawa spora jamur yang merugikan.

Proses roasting khususnya untuk enema kopi adalah bagaimana menghilangkan water content dan komponen lain yang merugikan serta hanya menyisakan elemen yang paling bermanfaat yang akan digunakan selama proses detoksifikasi.

Caffeine formula

Ribuan jenis kompon dalam kopi ini berproses selama menerima panas saat sangrai kopi berlangsung, beberapa berubah dan membentuk chemical baru dan menjadikan aroma yang spesifik dan akan menghilang menjadi gas jika proses sangrai tidak dibatasi.

Tabel kandungan kopi

Pemasakan atau sangrai yang terukur mampu memastikan kandungan yang menguntungkan tetap tersedia pada biji kopi sekaligus menghilangkan kandungan lain yang dianggap merugikan seperti jamur.


Wajar jika mesin roasting kopi saat ini mencapai harga yang sangat fantastis, karena akurasinya dengan pemanfaatan teknologi membuat detail proses roasting menjadi lebih terkontrol dan konsisten.

Sudah banyak yang melakukan enema kopi dengan kopi yang tidak terukur dan akhirnya beralih ke kopi yang di produksi KEI, rata-rata keluhan kembung,sebah setelah berenema, ini bisa disebabkan oleh water contents yang belum habis pada saat drying phase, kopi enema KEI juga ditujukan untuk proses detox maksimal dan meluruhkan “Mucoid Plaque” dari dinding colon dan kandungan palmitic acid nya untuk memaksimalkan proses detox pada liver dengan memicu produksi hormon GST.

Kopi Produksi KEI

Kualitas kopi KEI ini tidak didapat hanya dengan mengira-ngira atau tebak kancing tapi didasari dengan perhitungan matang dan selalu terukur.
Kami bisa tau kapan kandungan air dalam biji kopi mulai habis dan kapan terjadi First Crack serta maillard proses dengan memanfaatkan teknologi alat ukur digital yang kami kembangkan dan sudah digunakan banyak roaster di indonesia.

Digital Temp buatan KEI

Selain itu proses roasting kopi juga diawasi progressnya secara bertahap dari mentah sampai matang dengan memantau tampilan grafik pada komputer yang menunjukkan bagus atau tidaknya proses pemasakan kopi berlangsung.

Pemantauan progres roasting Kopi KEI

Jadi kami tau betul kapan kopi terbaik harus dikeluarkan dari mesin roasting, dan mengetahui jika ada anomali atau kejanggalan selama proses roasting yang mengurangi kualitas dari kopi KEI.

Ini semua didapat dari motivasi admin group KEI (Sanny, Siska, Kendra, pak Omri) serta seluruh member KEI group yang membuat proses pembelajaran tanpa ujung ini masih bisa kami lalui tanpa kenal letih.

One Reply to “Kopi Terbaik Untuk Enema”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: